Ruang Terbuka Hijau di Pinggiran Kali Jagir
A9 / M. Luthfi Charismanda / 19025010034
Pendahuluan
Perkotaan sangat erat kaitannya dengan industri,
pabrik, perkantoran, gedung-gedung pencakar langit dan yang sangat sering
menjadi bahan pembicaraan adalah tingkat polusi yang tinggi. Pada daerah perkotaan
polusi berasal dari berbagai hal mulai dari asap pabrik hingga asap kendaraan
bermotor. Kondisi tersebut belum lagi diperparah dengan pembangunan tanpa henti
yang tidak memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, akibatnya banyak
masyarakat di kota-kota besar tidak dapat menikmati lingkungan yang asri dan
hijau dikarenakan terbatasnya tempat-tempat terbuka seperti itu. coba
bayangkan, apabila di suatu kota hanya berisi pabrik-pabrik dan gedung-gedung
tinggi tanpa ada satupun tempat terbuka, taman maupun pepohonan maka sudah
dipastikan tingkat polusi sangat tinggi, masyarakat menjadi tidak nyaman dalam beraktivitas
hingga kemungkinan datangnya berbagai macam penyakit, terutama penyakit-
penyakit yang menyerang saluran pernafasan. Untuk itu, guna mengurangi dampak
dari polusi tersebut pemerintah menetapkan peraturan dan ketentuan agar kota
memiliki 30 persen Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang diatur melalui Undang-undang
(UU) Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang, yang mengatur proporsi RTH
pada setiap kota, yakni paling sedikit 30 persen dari luas wilayah kota. Tetapi
kenyataannya tidak banyak kota besar di indonesia yang menjadikan 30 persen
dari luas wilayahnya menjadi ruang terbuka hijau bahkan jumlahnya jauh dibawah
angka 30 persen. Data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
(PUPR) menyatakan bahwa sampai saat ini, baru 13 dari 174 kota di Indonesia
yang mengikuti program kota hijau, memiliki porsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) 30
persen atau lebih.
Kota Surabaya termasuk kota terbesar kedua di
Indonesia setelah Jakarta dengan luas 350,5 Km2 . Surabaya juga
dikategorikan sebagai kota yang wajib memiliki ruang terbuka hijau 30 persen
dari luas wilayahnya. Tetapi menurut Informasi Kinerja Pengelolaan Hidup Daerah
(IKPLHD) Kota Surabaya tahun 2016, kota Surabaya mempunyai RTH seluas 7.268,45
Ha atau 21,73 persen dari total luas wilayah kota. Jumlah Ruang Terbuka Hijau
di Surabaya memang belum memenuhi target, tetapi pemerintah kota Surabaya terus
berupaya membangun taman-taman dan ruang terbuka hijau lainnya, agar kota
Surabaya dapat memenuhi target RTH sebanyak 30 persen. Dilansir dari bisnis.com
kota Surabaya pada tahun 2019 dipastikan secara total mempunyai 613 taman yang
diyakini mampu menurunkan suhu udara. Selain itu pada tahun 2019 pula, masih
ada 159 taman pasif dan 30 taman aktif yang masih terus dalam proses
pengerjaan. Ruang terbuka hijau yang terdapat di Surabaya diantaranya dapat
berupa hutan kota, taman kota, jalur hijau, lapangan, kebun, sawah dan
sebagainya. Pembangunan ruang terbuka hijau di Surabaya selain untuk membuhi
target RTH, juga diharapkan dapat memberi kenyamanan kepada warga kota, selain
itu diharapkan pula warga dapat turut menjaga kelestarian lingkungan dan
kelestarian taman-taman tersebut.
Salah satu lokasi yang menjadi ruang terbuka
hijau adalah sebuah taman kota yang berada di jalan Jagir Wonokromo. Ruang
terbuka hijau ini berada berupa taman kota yang berada di pinggiran sungai
jagir atau warga Surabaya biasa menyebutnya dengan kali jagir. Taman ini
membentang sepanjang kurang lebih satu kilometer. Jalan Jagir Wonokromo berada
disepanjang aliran sungai jagir. Jalan ini juga merupakan pusat aktivitas
masyarakat karena terdapat banyak tempat fasilitas publik yang berada di
sepanjang jalan ini seperti kantor dinas, pasar jagir, hingga ruko pertokoan.
Hal tersebutlah yang menyebabkan jalan Jagir menjadi jalan yang selalu ramai
oleh kendaraan.
lokasi RTH Jagir, Wonokromo
Ruang
Terbuka Hijau dan Letaknya yang Ada di Pinggiran Kali
Taman kota di jalan Jagir Wonokromo ini seperti
taman kota-kota lainnya yang fungsinya adalah mempercantik perkotaan, menambah
kesan asri dan sejuk, serta menghilangkan kesan kumuh karena tempat RTH ini
berada ditepi aliran sungai Kali Jagir yang dahulunya terlihat kumuh. Taman
kota ini juga berada disekitaran Stasiun Wonokromo, Darmo Trade Center, serta
Pasar Mangga Dua yang notabene merupakan tempat-tempat ramai lalu lalang
kendaraan bermotor. Selain itu terdapat juga banyak gedung perkantoran dan
komplek bangunan apartemen.
Adanya Ruang Terbuka Hijau ini sangat membantu sirkulasi
udara yang ada di perkotaan. Pada pengamatan kami, fokus utama adanya Ruang
Terbuka Hijau ini adalah sebagai tempat untuk me-refresh dan menyegarkan kembali energi dan pikiran setelah selesai
menjalani kegiatan sehari-hari bagi orang-orang perkotaan. Karena ketika
masuk ke dalam RTH ini terlihat kesan nyaman, yang benar-benar fresh karena hembusan angin yang sejuk
serta adanya tanaman-tanaman hias yang memanjakan mata ditanam di RTH tersebut.
Walaupun RTH ini terletak tepat di tepian jalan dan di seberang pusat
perbelanjaan Mangga Dua, tapi RTH ini cocok bagi karyawan atau pengendara yang
hendak berhenti sejenak menikmati minuman atau jajanan (membawa sendiri, tidak
ada pedagang di RTH ini) dengan angin yang berhembus serta berbincang santai
dengan teman. Karena pada RTH ini juga disediakan tempat duduk yang nyaman.
Ruang Terbuka Hijau ini tidak sama seperti
taman-taman kota lainnya di Surabaya. RTH ini memanjang karena berada ditepi
sungai dan lumayan luas untuk sekedar jalan-jalan refreshing setelah penat
bekerja atau dijalan. Dan mungkin juga dapat digunakan untuk berfoto karena RTH
ini termasuk memiliki tatanan indah, yang merupakan perpaduan antara berbagai
jenis tanaman hias berwarna-warni dan juga lampu-lampu taman yang dipasang di
sepanjang RTH Jagir. Bentuk jalan setapaknya juga sangat indah dengan terdapat
banyak tanaman hias di tepian dan dilindungi oleh tajuk - tajuk pepohonan kota.
Untuk tempat duduknya sendiri didesain sedemikian rupa agar bisa melihat sungai
dan juga jalanan kota.
Tanaman-tanaman
yang ada di RTH Jagir
Tanaman-tanaman yang berada di RTH Jagir ini
sangat beraneka ragam mulai dari jenis, hingga warnanya. Kami mengidentifikasi
tanaman-tanaman yang ada dan menemukan banyak sekali jenis tanaman hias yang
kaya akan manfaat di RTH jagir ini
diantaranya adalah sebagai berikut:
•
Bunga Melati
Tanaman ini selain
digunakan bunganya untuk diproduksi sebagai produk kecantikan serta produk
minuman teh, tanaman ini juga berfungsi untuk mempercantik Ruang Terbuka Hijau.
Tanaman bunga melati termasuk tanaman perdu yang merupakan salah satu dari tiga
tanaman bangsa. Bunga melati juga mengeluarkan aroma yang wangi sehingga
menambah kesegaran yang ada pada RTH Jagir.
•
Bunga Tasbih
Bunga ini merupakan salah
satu tanaman hias yang mempercantik lingkungan taman dengan warnanya yang hijau
dengan daun lebar dan memanjang serta bunga yang berwarna merah.
•
Tanaman Sri Rejeki
(Aglaonema)
Tanaman suku talas-talasan
ini populer karena selain sebagai tanaman hias, tanaman ini juga merupakan
salah satu tanaman yang dapat mengatasi berbagai polutan. Tanaman ini mempunyai
efek anti-bakteri dan antioksidan.
•
Lidah Mertua
Tanaman ini memiliki daya
adaptasi yang tinggi dan tahan kekeringan. Lidah Mertua mengandung pregnan
glikosid, bahan aktif yang berguna untuk mengurangi polutan menjadi asam amino,
gula, dan asam organic. Dengan demikian, polutan tersebut tidak lagi berbahaya
bagi manusia. Selain itu, lidah mertua juga bisa menyerap radiasi dari
peralatan-peralatan elektronika yang ada di sekitarnya.
•
Tanaman Puring
Seperti yang telah
diketahui sebelumnya, Kota Surabaya saat-saat ini sering dijuluki sebagai kota
yang panas karena sinar mataharinya yang sangat terik. Karena hal itulah,
tanaman-tanaman yang ditanam di RTH Jagir ada yang difungsikan agar dapat meneduhkan
mata dari silaunya sinar matahari di Surabaya, yaitu Tanaman puring yang
semakin banyak menerima cahaya maka daunnya akan memancarkan warna yang lebih
kuat dan dinamis. Sehingga membuat tanaman ini lebih enak dan nyaman saat
dipandang dan tak jarang sudah banyak sekali taman-taman kota di berbagi tempat
menggunakan tanaman puring sebagai
tanaman hias. Selain itu, tanaman puring juga berfungsi untuk mengurangi
polutan. Berbagai jenis tanaman puring dengan beraneka warna dan corak ditanam
di RTH Jagir, diantaranya adalah puring anggur, puring bor, puring cabai,
puring cobra, puring dasi dan puring jari.
•
Pohon Kamboja
Pohon kamboja pada awalnya
sering digunakan sebagai tanaman dalam upacara keagamaan, khususnya bagian
bunganya. Tetapi, kini tak jarang banyak taman – taman kota menggunakan pohon
kamboja untuk memperindah taman karena warna bunganya yang cantik. Di RTH jagir
sendiri pohon kamboja ini memiliki unga cantik berwarna putih dan kuning. Pohon
Kamboja banyak ditanam di tepi jalan RTH ini dan menambah keindahan saat sudah
muncul bunganya serta menambah kesejukan udara dari bau harum yang dikeluarkan
bunga kamboja.
•
Pucuk Merah
Ruang Terbuka Hijau Jagir
Wonokromo ini letaknya benar-benar di tepi Kali Jagir, karena itu ditanamnya
Pucuk Merah adalah sebagai penahan longsor. Tepi Kali Jagir tidak di semen
hanya berupa gundukan tanah di tepi. Maka dari itu ditanamnya Pucuk Merah bukan
hanya karena tanamannya yang cantik saja namun juga sebagai penahan longsor
serta sebagai penyimpan air yang baik. Pucuk merah ini tentunya juga dapat
menyerap karbondioksida yang mana sangat cocok di daerah perkotaan yang banyak
polusi. Selain itu tanaman pucuk merah juga mengeluarkan aroma wangi yang turut
menambah kesegaran di RTH Jagir ini.
•
Tanaman Alocasia sp.
Tanaman alocasia merupakan
tanaman hias yang sangat populer karena bentuk daunnya yang indah dan berbentuk
hati. Untuk menambah keindahan pula tanaman ini ditanam di beberapa titik di
RTH Jagir ini.
Selain tanaman-tanaman tersebut, adapula pohon-pohon yang ditanam di RTH
Jagir untuk menambah kesan sejuk dan teduh.
Kelebihan
dan Kekurangan RTH Jagir, Wonokromo
Seperti yang telah
disinggung sebelumnya RTH Jagir merupakan tempat yang sangat nyaman untuk
melepaskan penat setelah seharian melakukan aktivitas. Tempatnya yang sejuk,
segar dengan angin sepoi-sepoi membuat siapa saja yang mengunjungi RTH ini
merasa mendapatkan kembali energy yang telah terkuras seharian. Selain itu di
saat sore hari taman ini juga semakin terlihat indah karena adanya lampu-lampu
taman yang dipasang di sepanjang ruang terbuka hijau ini. Dengan tempat duduk
yang nyaman membuat kita juga semakin nyaman berbincang-bincang dan
bercengkrama dengan teman. Selain untuk bersantai dan berbincang RTH jagir ini juga cocok sebagai tempat ber-olahraga kecil seperti joging atau
sekedar meregangkan badan. Pemandangan yang bagus nan asri ditambah aliran
sungai jagir yang mengalir lambat mungkin bisa membuat para seniman fotografer
mempunyai ide untuk menggunakan RTH jagir ini sebagai salah satu tempat untuk mengambil
hasil karya nya, juga kadang kala sebagai foto prewaid. Karena biasanya, ada
beberapa fotografer yang datang di jalan jagir ini hanya untuk mengabadikan
foto pintu air jagir yang merupakan salah satu bangunan peninggalan masa
penjajahan belanda.
Namun, disamping itu
RTH Jagir ini memiliki beberapa kekurangan contohnya, tidak adanya tempat
parkir yang memadai karena letaknya yang
benar-benar berada di pinggir jalan. Untuk itu, para pengunjung RTH ini
biasanya terpaksa memarkir kendaraannya di pinggir jalan meskipun telah ada
rambu larangan yang terpasang. Kemudian pada pengamatan kami, kami menemukan bahwa tempat sampah yang
disediakan di dalam RTH jagir terbatas
dan hanya ada beberapa saja. Kemudian kami juga melihat adanya beberapa sampah
berupa bungkus – bungkus makanan ringan yang dibuang sembarangan oleh
pengunjung RTH jagir ini. Hal ini sangat disayangkan karena dengan adanya RTH ini seharusnya bisa membantu dan membuat
nyaman di tengah suasana perkotaan yang padat masih
ada taman yang bisa kita hirup udara dengan segar.
Tetapi akibat tangan cerobah manusia yang membuang sambah sembarangan disekitar
taman membuat pemandangan kurang sempurna dan menyebabkan ada beberapa lalat - lalat
yang hinggap di sampah-sampah yang ada di sela-sela tanaman. Dan untuk
pengunjung yang membawa kendaraan bermotor harap berhati-hati apabila hendak
mengunjungi RTH Jagir ini karna tidak adanya fasilitas tempat parkir dan tidak
ada penjaga tukang parkir.
Kesimpulan
Perkotaan
adalah suatu daerah yang dipenuhi oleh berbagai macam tempat industri, pabrik,
perkantoran, gedung-gedung pencakar langit dan juga tingkat polusi yang tinggi
dan tidak ada habisnya. Pada daerah perkotaan polusi berasal dari berbagai hal
mulai dari asap-asap pabrik hingga asap kendaraan bermotor. Kondisi tersebut
belum lagi diperparah dengan pembangunan tanpa henti yang tidak memperhatikan
kondisi lingkungan sekitar, akibatnya banyak masyarakat di kota-kota besar
tidak dapat menikmati lingkungan yang asri dan hijau. Karena semua daerah telah
dipenuhi oleh bangunan – bangunan yang tinggi dan megah.
Untuk
itu kota Surabaya berusaha untuk terus mempercantik diri dengan menambah RTH di
tengah kota. Dan saat ini bantaran kali jagirlah yang disulap menjadi taman
kota dengan pemandangan kali jagir yang cukup menjadi alternatif hiburan bagi
warga Surabaya. Kali jagir yang dulu identik dengan kawasan kumuh sekarang
telah berubah menjadi tempat untuk bersantai menikmati suasana Kota Surabaya. Salah satu lokasi yang menjadi ruang terbuka hijau
adalah sebuah taman kota yang berada di jalan Jagir Wonokromo.
Dari
pengamatan langsung yang telah kami lakukan, kami menyimpulkan tentang apa yang
dimaksud dengan pertanian perkotaan itu. menurut kami, pertanian perkotaan
tidak hanya membahas tentang proses tanam – menanam yang dilakukan di kota,
namun pertanian perkotaan juga merupakan bagaimana menciptakan sebuah
lingkungan yang asri, sejuk dan segar melalui penataan berbagai tanaman-tanaman
yang mendukung penciptaan udara segar dan pengurangan polusi di sebuah lahan
yang terbatas.
Saran
Untuk
RTH Jagir sangatlah bagus dan sebagai tempat melepas penat setelah seharian
bekerja, tetapi alangkah baik nya diberikan tempat parkir agar tidak parkir di
tepi jalan yang akan mengganggu pengendara jalan yang melewati. Tempat parkir
yang akan dibuat tidak perlu terlalu luas, hanya sekadar dapat menampung tiga
atau lima kendaraan saja sudah cukup karena mengingat letaknya yang tepat di
tepian jalan. Kemudian alangkah lebih baiknya untuk menambah tempat duduk dan
tempat sampah agar masyarakat tidak bingung membuang sampah dan membuat mereka
membuang sembarangan di sela-sela tanaman dan mengakibatkan lingkungan kotor
dan tidak nyaman.
0 komentar:
Posting Komentar