Kamis, 19 Maret 2020

UTS Pertanian Perkotaan


UTS Online Mata Kuliah Pertanian Perkotaan
Nama: Muhammad Luthfi Charismanda
Kelas: Agroteknologi A
NPM: 19025010034
1.    Judul: Ruang Terbuka Hijau di Pinggiran Kali Jagir
Ruang Terbuka Hijau ini merupakan RTH yang memanfaatkan lahan kosong pinggiran Kali Jagir, Surabaya. Pinggir sungai/kali identik dengan tempat yang kumuh atau hanya sebatas berupa tembok-tembok penahan agar tidak longsor. Namun, lahan ini dirubah sedemikian rupa agar menjadi RTH yang cocok untuk ditempatkan di daerah Jagir, Wonokromo karena berada di daerah yang ramai lalu lalang kendaraan bermotor (daerah perkantoran, Pasar Mangga Dua, Darmo Trade Center, Stasiun Wonokromo). RTH ini menghilangkan kesan kumuh, dan memberikan kesan indah dan estetik dengan adanya tanaman-tanaman, dudukan untuk mengobrol serta lampu-lampu taman. RTH ini cocok untuk menghilangkan penat dari hiruk-pikuk perkotaan. Namun, RTH ini memiliki kekurangan yaitu tidak adanya tempat parkir untuk kendaraan bermotor serta tempat sampah yang terbatas sehingga ada beberapa orang yang membuang sampahnya di sungai/kali atau bahkan di daerah RTH.
2.    Menurut saya, dalam mewujudkannya perlu sinergitas antara pemerintah dengan masyarakat. Pemerintah tentu akan membantu masyarakatnya karena dalam pembentukan RTH akan menaikkan sosial-ekonomi rakyatnya. Pemerintah dapat membantu lewat penyediaan lahan untuk dikembangkan rakyat, mengedukasi masyarakat tentang cara mengembangkan, memanfatkan, serta memelihara RTH, membuat RTH yang dapat dinikmati, dimanfaatkan rakyatnya, serta bermanfaat sebagai penyeimbang perkotaan (sebagai factor ekologis).
Dari sisi masyarakat juga perlu meningkatkan kesadaran yang mana sangat penting. Kesadaran untuk  merawat, memelihara, memanfaatkan, serta mengembangkan RTH. Seperti yang saya temukan di daerah Surabaya, ada kelompok tani yang hanya mengembangkan RTH hanya ketika ada perlombaan dari pemerintah, setelah perlombaan itu masyarakat mulai malas atau bahkan lupa untuk mengurus RTH itu. Padahal RTH itu jika ditekuni dan dimanfaatkan dengan baik dapat menaikkan taraf sosial-ekonomi masyarakat itu sendiri, dari sisi ekologis juga lebih sehat bagi daerah tersebut karena lebih banyak tanaman hijau, dari sisi estetika meningkatkan keindahan dan menghilangkan kesan kumuh pada daerah tersebut. Dari sini masyarakat perlu kesadaran, ketika pemerintah sudah memberikan maka masyarakat harus memanfaatkan dengan baik agar ada timbal balik dan hasilnya dapat dinikmati bersama.
3.    Menurut saya, RTH ini tidak bisa dihiraukan begitu saja. Dari sisi pemerintah dalam pembentukan tata letak kota perlu dikaji ulang untuk menyisakan 30% kawasannya agar dapat digunakan sebagai Ruang Terbuka Hijau, perlu adanya peraturan yang ketat untuk urusan perizinan pembangunan agar tidak adanya kerusakan ekologis serta ekonomis di daerah perkotaan.
Dari sisi masyarakat perlu adanya kesadaran untuk mengembangkan dan memanfaaatkan RTH seperti menyisakan setidaknya 20-30% lahan rumahnya untuk Ruang Terbuka Hijau pribadi.  
4.    Kendala pengembangan pertanian perkotaan yang ditemukan yaitu:
·         Luasan lahan yang semakin sedikit;
·         Sirkulasi udara yang buruk karena sektor industry;
·         Cemaran logam berat pada saluran air/sungai;
·         Keterbatasan teknologi dan pengetahuan;
·         Kurangnya kesadaran masyarakat.
Solusi dan strategi yang diciptakan yaitu:
·         Mulai menetapkan status hukum untuk RTH;
·         Adanya inovasi untuk pengolahan limbah organik menjadi media tanam, pengolahan air limbah sebagai air penyiraman;
·         Menerapkan sistem budidaya hemat (vertikultur, aquaponik, hidroponik, green house, roof garden);
·         Meningkatkan kesadaran serta keaktifan masyarakat akan pentingnya Urban Farming bagi sosial-ekonomi, ekologi serta estetik.
5.    a. Peneduh: Pohon Beringin, Pohon Mangga, Pohon Angsana, Pohon Mahoni, Pohon Asam jawa
b. Penyerap polusi udara: Lidah Mertua, Puring, Pucuk Merah, Kembang Sepatu, Palem Kuning
c. Peredam kebisingan: Pucuk Merah, Tanaman Imodia, Soka, Walisongo, Furing Tissue
d. Pemecah angin: Akasia, Mahoni, Flamboyan, Cemara Laut, Beringin
6.    a. Taman Lingkungan dan Taman Kota: Pohon Asam Jawa, Pohon Angsana, Pohon Mahoni
b. Pengundang Burung untuk Hutan Kota: Damar, Randu, Beringin
c. Sabuk Hijau: Bambu, Ketapang, Waru
d. Peneduh Jalan dan Jalur Pejalan Kaki: Tabebuya, Kersen, Trembesi
e. RTH Sempadan Sungai: jenis rumput vetiver atau rumput akar wangi, jenis karangkungan, bambu dan tanaman berkayu (pohon).



Share:

Rabu, 04 Maret 2020

Pertanian Perkotaan


Ruang Terbuka Hijau di Pinggiran Kali Jagir
A9 / M. Luthfi Charismanda / 19025010034

Pendahuluan
Perkotaan sangat erat kaitannya dengan industri, pabrik, perkantoran, gedung-gedung pencakar langit dan yang sangat sering menjadi bahan pembicaraan adalah tingkat polusi yang tinggi. Pada daerah perkotaan polusi berasal dari berbagai hal mulai dari asap pabrik hingga asap kendaraan bermotor. Kondisi tersebut belum lagi diperparah dengan pembangunan tanpa henti yang tidak memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, akibatnya banyak masyarakat di kota-kota besar tidak dapat menikmati lingkungan yang asri dan hijau dikarenakan terbatasnya tempat-tempat terbuka seperti itu. coba bayangkan, apabila di suatu kota hanya berisi pabrik-pabrik dan gedung-gedung tinggi tanpa ada satupun tempat terbuka, taman maupun pepohonan maka sudah dipastikan tingkat polusi sangat tinggi, masyarakat menjadi tidak nyaman dalam beraktivitas hingga kemungkinan datangnya berbagai macam penyakit, terutama penyakit- penyakit yang menyerang saluran pernafasan. Untuk itu, guna mengurangi dampak dari polusi tersebut pemerintah menetapkan peraturan dan ketentuan agar kota memiliki 30 persen Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang diatur melalui Undang-undang (UU) Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang, yang mengatur proporsi RTH pada setiap kota, yakni paling sedikit 30 persen dari luas wilayah kota. Tetapi kenyataannya tidak banyak kota besar di indonesia yang menjadikan 30 persen dari luas wilayahnya menjadi ruang terbuka hijau bahkan jumlahnya jauh dibawah angka 30 persen. Data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan bahwa sampai saat ini, baru 13 dari 174 kota di Indonesia yang mengikuti program kota hijau, memiliki porsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) 30 persen atau lebih.
Kota Surabaya termasuk kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta dengan luas 350,5 Km2 . Surabaya juga dikategorikan sebagai kota yang wajib memiliki ruang terbuka hijau 30 persen dari luas wilayahnya. Tetapi menurut Informasi Kinerja Pengelolaan Hidup Daerah (IKPLHD) Kota Surabaya tahun 2016, kota Surabaya mempunyai RTH seluas 7.268,45 Ha atau 21,73 persen dari total luas wilayah kota. Jumlah Ruang Terbuka Hijau di Surabaya memang belum memenuhi target, tetapi pemerintah kota Surabaya terus berupaya membangun taman-taman dan ruang terbuka hijau lainnya, agar kota Surabaya dapat memenuhi target RTH sebanyak 30 persen. Dilansir dari bisnis.com kota Surabaya pada tahun 2019 dipastikan secara total mempunyai 613 taman yang diyakini mampu menurunkan suhu udara. Selain itu pada tahun 2019 pula, masih ada 159 taman pasif dan 30 taman aktif yang masih terus dalam proses pengerjaan. Ruang terbuka hijau yang terdapat di Surabaya diantaranya dapat berupa hutan kota, taman kota, jalur hijau, lapangan, kebun, sawah dan sebagainya. Pembangunan ruang terbuka hijau di Surabaya selain untuk membuhi target RTH, juga diharapkan dapat memberi kenyamanan kepada warga kota, selain itu diharapkan pula warga dapat turut menjaga kelestarian lingkungan dan kelestarian taman-taman tersebut.
Salah satu lokasi yang menjadi ruang terbuka hijau adalah sebuah taman kota yang berada di jalan Jagir Wonokromo. Ruang terbuka hijau ini berada berupa taman kota yang berada di pinggiran sungai jagir atau warga Surabaya biasa menyebutnya dengan kali jagir. Taman ini membentang sepanjang kurang lebih satu kilometer. Jalan Jagir Wonokromo berada disepanjang aliran sungai jagir. Jalan ini juga merupakan pusat aktivitas masyarakat karena terdapat banyak tempat fasilitas publik yang berada di sepanjang jalan ini seperti kantor dinas, pasar jagir, hingga ruko pertokoan. Hal tersebutlah yang menyebabkan jalan Jagir menjadi jalan yang selalu ramai oleh kendaraan.

lokasi RTH Jagir, Wonokromo

Ruang Terbuka Hijau dan Letaknya yang Ada di Pinggiran Kali

Taman kota di jalan Jagir Wonokromo ini seperti taman kota-kota lainnya yang fungsinya adalah mempercantik perkotaan, menambah kesan asri dan sejuk, serta menghilangkan kesan kumuh karena tempat RTH ini berada ditepi aliran sungai Kali Jagir yang dahulunya terlihat kumuh. Taman kota ini juga berada disekitaran Stasiun Wonokromo, Darmo Trade Center, serta Pasar Mangga Dua yang notabene merupakan tempat-tempat ramai lalu lalang kendaraan bermotor. Selain itu terdapat juga banyak gedung perkantoran dan komplek bangunan apartemen.
Adanya Ruang Terbuka Hijau ini sangat membantu sirkulasi udara yang ada di perkotaan. Pada pengamatan kami, fokus utama adanya Ruang Terbuka Hijau ini adalah sebagai tempat untuk me-refresh dan menyegarkan kembali energi dan pikiran setelah selesai menjalani  kegiatan sehari-hari  bagi orang-orang perkotaan. Karena ketika masuk ke dalam RTH ini terlihat kesan nyaman, yang benar-benar fresh karena hembusan angin yang sejuk serta adanya tanaman-tanaman hias yang memanjakan mata ditanam di RTH tersebut. Walaupun RTH ini terletak tepat di tepian jalan dan di seberang pusat perbelanjaan Mangga Dua, tapi RTH ini cocok bagi karyawan atau pengendara yang hendak berhenti sejenak menikmati minuman atau jajanan (membawa sendiri, tidak ada pedagang di RTH ini) dengan angin yang berhembus serta berbincang santai dengan teman. Karena pada RTH ini juga disediakan tempat duduk yang nyaman.
Ruang Terbuka Hijau ini tidak sama seperti taman-taman kota lainnya di Surabaya. RTH ini memanjang karena berada ditepi sungai dan lumayan luas untuk sekedar jalan-jalan refreshing setelah penat bekerja atau dijalan. Dan mungkin juga dapat digunakan untuk berfoto karena RTH ini termasuk memiliki tatanan indah, yang merupakan perpaduan antara berbagai jenis tanaman hias berwarna-warni dan juga lampu-lampu taman yang dipasang di sepanjang RTH Jagir. Bentuk jalan setapaknya juga sangat indah dengan terdapat banyak tanaman hias di tepian dan dilindungi oleh tajuk - tajuk pepohonan kota. Untuk tempat duduknya sendiri didesain sedemikian rupa agar bisa melihat sungai dan juga jalanan kota.

Tanaman-tanaman yang ada di RTH Jagir
Tanaman-tanaman yang berada di RTH Jagir ini sangat beraneka ragam mulai dari jenis, hingga warnanya. Kami mengidentifikasi tanaman-tanaman yang ada dan menemukan banyak sekali jenis tanaman hias yang kaya akan manfaat di RTH jagir  ini diantaranya adalah sebagai berikut:
       Bunga Melati
Tanaman ini selain digunakan bunganya untuk diproduksi sebagai produk kecantikan serta produk minuman teh, tanaman ini juga berfungsi untuk mempercantik Ruang Terbuka Hijau. Tanaman bunga melati termasuk tanaman perdu yang merupakan salah satu dari tiga tanaman bangsa. Bunga melati juga mengeluarkan aroma yang wangi sehingga menambah kesegaran yang ada pada RTH Jagir.
       Bunga Tasbih
Bunga ini merupakan salah satu tanaman hias yang mempercantik lingkungan taman dengan warnanya yang hijau dengan daun lebar dan memanjang serta bunga yang berwarna merah.
       Tanaman Sri Rejeki (Aglaonema)
Tanaman suku talas-talasan ini populer karena selain sebagai tanaman hias, tanaman ini juga merupakan salah satu tanaman yang dapat mengatasi berbagai polutan. Tanaman ini mempunyai efek anti-bakteri dan antioksidan.
       Lidah Mertua
Tanaman ini memiliki daya adaptasi yang tinggi dan tahan kekeringan. Lidah Mertua mengandung pregnan glikosid, bahan aktif yang berguna untuk mengurangi polutan menjadi asam amino, gula, dan asam organic. Dengan demikian, polutan tersebut tidak lagi berbahaya bagi manusia. Selain itu, lidah mertua juga bisa menyerap radiasi dari peralatan-peralatan elektronika yang ada di sekitarnya.
       Tanaman Puring
Seperti yang telah diketahui sebelumnya, Kota Surabaya saat-saat ini sering dijuluki sebagai kota yang panas karena sinar mataharinya yang sangat terik. Karena hal itulah, tanaman-tanaman yang ditanam di RTH Jagir ada yang difungsikan agar dapat meneduhkan mata dari silaunya sinar matahari di Surabaya, yaitu Tanaman puring yang semakin banyak menerima cahaya maka daunnya akan memancarkan warna yang lebih kuat dan dinamis. Sehingga membuat tanaman ini lebih enak dan nyaman saat dipandang dan tak jarang sudah banyak sekali taman-taman kota di berbagi tempat menggunakan tanaman puring  sebagai tanaman hias. Selain itu, tanaman puring juga berfungsi untuk mengurangi polutan. Berbagai jenis tanaman puring dengan beraneka warna dan corak ditanam di RTH Jagir, diantaranya adalah puring anggur, puring bor, puring cabai, puring cobra, puring dasi dan puring jari.
       Pohon Kamboja
Pohon kamboja pada awalnya sering digunakan sebagai tanaman dalam upacara keagamaan, khususnya bagian bunganya. Tetapi, kini tak jarang banyak taman – taman kota menggunakan pohon kamboja untuk memperindah taman karena warna bunganya yang cantik. Di RTH jagir sendiri pohon kamboja ini memiliki unga cantik berwarna putih dan kuning. Pohon Kamboja banyak ditanam di tepi jalan RTH ini dan menambah keindahan saat sudah muncul bunganya serta menambah kesejukan udara dari bau harum yang dikeluarkan bunga kamboja.
       Pucuk Merah
Ruang Terbuka Hijau Jagir Wonokromo ini letaknya benar-benar di tepi Kali Jagir, karena itu ditanamnya Pucuk Merah adalah sebagai penahan longsor. Tepi Kali Jagir tidak di semen hanya berupa gundukan tanah di tepi. Maka dari itu ditanamnya Pucuk Merah bukan hanya karena tanamannya yang cantik saja namun juga sebagai penahan longsor serta sebagai penyimpan air yang baik. Pucuk merah ini tentunya juga dapat menyerap karbondioksida yang mana sangat cocok di daerah perkotaan yang banyak polusi. Selain itu tanaman pucuk merah juga mengeluarkan aroma wangi yang turut menambah kesegaran di RTH Jagir ini.
       Tanaman Alocasia sp.
Tanaman alocasia merupakan tanaman hias yang sangat populer karena bentuk daunnya yang indah dan berbentuk hati. Untuk menambah keindahan pula tanaman ini ditanam di beberapa titik di RTH Jagir ini.
Selain tanaman-tanaman tersebut, adapula pohon-pohon yang ditanam di RTH Jagir untuk menambah kesan sejuk dan teduh.

Kelebihan dan Kekurangan RTH Jagir, Wonokromo
            Seperti yang telah disinggung sebelumnya RTH Jagir merupakan tempat yang sangat nyaman untuk melepaskan penat setelah seharian melakukan aktivitas. Tempatnya yang sejuk, segar dengan angin sepoi-sepoi membuat siapa saja yang mengunjungi RTH ini merasa mendapatkan kembali energy yang telah terkuras seharian. Selain itu di saat sore hari taman ini juga semakin terlihat indah karena adanya lampu-lampu taman yang dipasang di sepanjang ruang terbuka hijau ini. Dengan tempat duduk yang nyaman membuat kita juga semakin nyaman berbincang-bincang dan bercengkrama dengan teman. Selain untuk bersantai dan berbincang RTH jagir ini juga cocok sebagai tempat ber-olahraga kecil seperti joging atau sekedar meregangkan badan. Pemandangan yang bagus nan asri ditambah aliran sungai jagir yang mengalir lambat mungkin bisa membuat para seniman fotografer mempunyai ide untuk menggunakan RTH jagir ini sebagai salah satu tempat untuk mengambil hasil karya nya, juga kadang kala sebagai foto prewaid. Karena biasanya, ada beberapa fotografer yang datang di jalan jagir ini hanya untuk mengabadikan foto pintu air jagir yang merupakan salah satu bangunan peninggalan masa penjajahan belanda.
Namun, disamping itu RTH Jagir ini memiliki beberapa kekurangan contohnya, tidak adanya tempat parkir yang memadai karena  letaknya yang benar-benar berada di pinggir jalan. Untuk itu, para pengunjung RTH ini biasanya terpaksa memarkir kendaraannya di pinggir jalan meskipun telah ada rambu larangan yang terpasang. Kemudian pada pengamatan kami, kami menemukan bahwa tempat sampah yang disediakan di dalam RTH jagir  terbatas dan hanya ada beberapa saja. Kemudian kami juga melihat adanya beberapa sampah berupa bungkus – bungkus makanan ringan yang dibuang sembarangan oleh pengunjung RTH jagir ini. Hal ini sangat disayangkan karena dengan adanya RTH ini seharusnya bisa membantu dan membuat nyaman di tengah suasana perkotaan yang padat masih ada taman yang bisa kita hirup udara dengan segar. Tetapi akibat tangan cerobah manusia yang membuang sambah sembarangan disekitar taman membuat pemandangan kurang sempurna dan menyebabkan ada beberapa lalat - lalat yang hinggap di sampah-sampah yang ada di sela-sela tanaman. Dan untuk pengunjung yang membawa kendaraan bermotor harap berhati-hati apabila hendak mengunjungi RTH Jagir ini karna tidak adanya fasilitas tempat parkir dan tidak ada penjaga tukang parkir.

Kesimpulan
            Perkotaan adalah suatu daerah yang dipenuhi oleh berbagai macam tempat industri, pabrik, perkantoran, gedung-gedung pencakar langit dan juga tingkat polusi yang tinggi dan tidak ada habisnya. Pada daerah perkotaan polusi berasal dari berbagai hal mulai dari asap-asap pabrik hingga asap kendaraan bermotor. Kondisi tersebut belum lagi diperparah dengan pembangunan tanpa henti yang tidak memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, akibatnya banyak masyarakat di kota-kota besar tidak dapat menikmati lingkungan yang asri dan hijau. Karena semua daerah telah dipenuhi oleh bangunan – bangunan yang tinggi dan megah.
            Untuk itu kota Surabaya berusaha untuk  terus mempercantik diri dengan menambah RTH di tengah kota. Dan saat ini bantaran kali jagirlah yang disulap menjadi taman kota dengan pemandangan kali jagir yang cukup menjadi alternatif hiburan bagi warga Surabaya. Kali jagir yang dulu identik dengan kawasan kumuh sekarang telah berubah menjadi tempat untuk bersantai menikmati suasana Kota Surabaya. Salah satu lokasi yang menjadi ruang terbuka hijau adalah sebuah taman kota yang berada di jalan Jagir Wonokromo.  
            Dari pengamatan langsung yang telah kami lakukan, kami menyimpulkan tentang apa yang dimaksud dengan pertanian perkotaan itu. menurut kami, pertanian perkotaan tidak hanya membahas tentang proses tanam – menanam yang dilakukan di kota, namun pertanian perkotaan juga merupakan bagaimana menciptakan sebuah lingkungan yang asri, sejuk dan segar melalui penataan berbagai tanaman-tanaman yang mendukung penciptaan udara segar dan pengurangan polusi di sebuah lahan yang terbatas.
Saran
            Untuk RTH Jagir sangatlah bagus dan sebagai tempat melepas penat setelah seharian bekerja, tetapi alangkah baik nya diberikan tempat parkir agar tidak parkir di tepi jalan yang akan mengganggu pengendara jalan yang melewati. Tempat parkir yang akan dibuat tidak perlu terlalu luas, hanya sekadar dapat menampung tiga atau lima kendaraan saja sudah cukup karena mengingat letaknya yang tepat di tepian jalan. Kemudian alangkah lebih baiknya untuk menambah tempat duduk dan tempat sampah agar masyarakat tidak bingung membuang sampah dan membuat mereka membuang sembarangan di sela-sela tanaman dan mengakibatkan lingkungan kotor dan tidak nyaman.


Share: